HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Nasional

Pages

Kasus Penganiayaan Wartawan, Ationg dan Algojonya Masih Berkeliaran

MEDAN – Lima hari sudah aksi penganiayaan wartawan POSMETRO MEDAN berlalu. Namun, Ationg dan tujuh algojonya belum tersentuh alias masih bebas berkeliaran.

 Mengomentari hal ini, Direktur Eksekutif Polri Watch, Abdul Salam Karim meminta agar bos judi yang menganiaya wartawan senior POSMETRO MEDAN, Budi Hariadi (38) yang terjadi saat sedang melakukan liputan lokasi judi di Kompleks Brayan Trade Center, Desa Helvetia, Kec. Labuhandeli, Kamis (28/3/2019) kemarin, segera ditangkap.

 Sebab, lanjut Abdul Salam Karim, penganiayaan yang dilakukan oleh oknum pemilik lokasi judi tersebut tentunya menciderai nama baik aparat penegak hukum.

 “Pertama wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya dilindungi UU, ada payung hukumnya. Kedua, kalau memang itu lokasi judi, kenapa bisa beroperasi seenaknya tak diberi tindakan tegas oleh aparat kepolisian,” kata pria yang akrab disapa Salam ini kepada wartawan.

 Diketahui lokasi judi tersebut disamarkan pelaku dengan membuat permainan ketangkasan, mesin permainan tembak ikan. Kabarnya, hadiah dari pemenang yang bermain bisa ditukar dengan uang.

“Sebagaimana kita ketahui selama ini polisi intens dalam memberantas praktik perjudian, mau bagaimana itu modelnya. Sangat disayangkan kalau memang lokasi judi tembak ikan yang berada di Komplek Brayan Trade Center ini tak ditindak,” terangnya.

Kepada Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, dirinya mengimbau agar memberikan penegasan kepada jajarannya. Aksi aniaya dan adanya lokasi judi yang terang-terangan beroperasi telah mencoreng kredibilitas korps yang dia pimpin.

“Penganiayaan itu menjadi bukti kalau memang lokasi itu lokasi judi, kalau tidak kenapa pemiliknya takut ketika datang wartawan ke lokasi untuk melakukan tugas jurnalistiknya,” jelas Salam.

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *